ADVENTURE

Menjelajahi Singapura

Kemeriahan Christmas in The Tropic di Orchard Road

SINGAPURA memiliki gaya sendiri merayakan natal. Berkonsep Christmas in The Tropic, butiran salju yang biasanya mengiringi perayaan kelahiran Yesus Kristus berganti menjadi taburan cahaya lampu di berbagai sudut kota dari Orchad Road sampai Marina Bay.

HARIFUDDIN, Singapura

Christmas at Orchard Road

ENAM balerina, empat perempuan dan dua laki-laki, meliukkan badannya di atas panggung berlatar hitam. Musik kontemporer beritme cepat mengiringi gerakan penari bertubuh lentur itu. Di belakangnya, tiga monitor berukuran besar memperlihatkan detail gerak ritme para penari.
Pertunjukan penari balet itu bukan dilakukan di Esplanade atau di dalam teater megah lainnya dengan cahaya lampu redup yang dramatis. Lampu yang terang benderang dengan berbagai warna justru menyorot para penari dari segala penjuru.

Balet depan pusat perbelanjaan Paragon Orchard Road

Sajian hiburan seni tari yang memukau pengunjung ini dilakukan di Orchard Road, salah satu jalan utama negara Singapura yang terkenal dengan pusat perbelanjaan produk merek terkenal. Jalan yang terbilang padat itu telah ditutup sejak pukul 13.00 waktu setempat, Jumat, 25 Desember, untuk menyukseskan perayaan puncak hari raya natal.
Bukan Singapura namanya, jika negara kecil ini tidak kreatif mengelola event apapun menjadi daya pikat menarik wisatawan. Bahkan, hari Natal pun dirayakan tidak hanya dengan cara biasa saja. Event ini dikemas dengan konsep Christmas in The Tropics.

Beraneka warna lampu menerangi Orchard Road. Lampu bermotif seragam dengan kombinasi kuning dan biru atau merah muda dan biru membentang di sepanjang jalan. Bahkan, pepohonan yang rimbun di pinggir jalan pun, tak luput dari pemasangan lampu yang berbentuk bundar dengan cahaya berwarna biru dan putih. Sangat spektakuler
Christmas in The Tropics memang dikemas bersama dengan konsep Christmas Light-Up. Makanya, semua sudut jalan seolah ditaburi bermacam warna dan bentuk lampu penerangan.
Penutupan jalan Orchard Road untuk berbagai jenis kendaraan mulai ditutup dari arah Orchard Link. Warga lokal maupun wisatawan mancanegara harus berjalan kaki sekira 300 meter agar dapat melihat lebih dekat puncak event Christmas In The Tropics.
Panggung pertunjukan ditempatkan di ruas jalan tepat di depan pusat perbelanjaan Takashimaya dan Paragon. Setelah puas berbelanja berbagai produk dengan tawaran diskon dari 20-50 persen, Pengunjung langsung menyaksikan sajian hiburan.
Aksi panggung para performer acara bertajuk One Christmas One Hoper itu bukan hanya tarian memikat balerina saja. Pengunjung juga dihibur dengan operet yang pemainnya rata-rata bule.
Operet dalam bahasa Inggris itu menceritakan kisah kelahiran Yesus Kristus hingga melakukan penyebaran ajaran agama Kristen. Suara-suara domba tak ketinggalan mengisi suara pertunjukan olah gerak dan musik itu.
Pertunjukan operet, lagu, dan ballet, dimulai sejak pukul 19.00 waktu setempat. Hujan yang turun cukup deras di sore hari, sempat menghentikan geladi resik para performer. Beruntung, hujan tak lama reda, sehingga orang-orang bebas memenuhi jalan dan menikmati sajian hiburannya tanpa takut kebasahan. Hingga pukul 23.00, acara belum berakhir. Warga tumpah di jalan.
Tak jauh dari panggung pementasan operet, puluhan stan yang juga dibangun di atas Orchard Road, menjadi salah satu incaran pengunjung. Stan itu dibentuk dengan berbagai model, tetapi tetap dengan konsep natal.
Modelnya yang artistik serta berbagai jenis lampu yang menghiasinya membuat stan ini menjadi pusat perhatian. Tak jarang wisatawan bersenggolan hanya untuk berfoto bersama.
Bayu Rahadian, salah seorang warga Surabaya yang mengisi liburan natalnya di Singapura, mengaku sangat kagum dengan semua konsep yang dikemas sangat apik. “Dekorasi liburan natalnya sangat futuristik. Bukan hanya wisata belanja saja yang menjadi alasan kunjungan ke Singapura,” katanya.
Hiburan yang ditampilkan warga Singapura kepada wisatawan yang berkunjung ke negaranya banyak ditemukan di sepanjang jalan. Kidung natal yang biasanya dibawakan secara khidmat di gereja pun turun ke jalan.
Sekelompok paduan suara dengan dua pemetik gitar dan satu pemain piano menyanyikan beberapa kidung natal. Seorang konduktor yang memimpin paduan suara memandu harmonisasi suara penyanyi dan pemusik di antara hilir mudik pengunjung di pedesterian yang sangat nyaman itu.
Di sisi jalan yang lain, dua penari balet klasik unjuk aksi di tengah ratusan pengunjung, malam tadi. Penari perempuan berumur sekira 15 tahun yang berpakaian ketat warna hitam itu memperlihatkan kemampuannya melipat-lipat tubuhnya. Sesekali, mereka juga menumpukan kepalanya di atas bangku bundar.
Kemampuan kedua penari itu dipertunjukkan selama 10 menit. Instrumen klasik mengiringi penampilannya. Setelah mengakhiri gerakan dengan gaya membungkuknya yang khas, para penonton pun menjatuhkan koin di keranjang yang telah disiapkan.
Semakin menjelang tengah malam, atraksi yang dipertunjukkan makin padat pengunjung. Apalagi, sejumlah pusat perbelanjaan juga sudah mulai mengurangi geliatnya.
Kendati banyak wisatawan yang mengisi liburan natalnya di negara yang terkenal dengan wisata belanja dan hiburannya itu, pusat perbelanjaannya seolah tak terpengaruh. Mayoritas menghentikan aktivitas bisnisnya pukul 22.00.
Tempat perburuan berbagai merek terkenal dengan harga miring, Orchhad Road tempatnya. Di tempat ini ada Nge Ann City yang menawarkan berbagai merek mulai dari Gucci hingga Luis Vuitton.
Potongan harga yang cukup besar juga bisa diperoleh di Ion Orchard, pusat perbelanjaan dengan arsitektur futuristik yang dilaunching 16 Oktober lalu. Dilengkapi tempat konser dan pertunjukan berbagai even, Ion menawarkan berbagai jenis merek terkenal.
Tidak mendapatkan event Christmas in The Tropics dan Christmas Light-Up pada 25 Desember? Tak perlu khawatir. Even dengan konsep yang sama masih berlangsung hingga 3 Januari mendatang. Pesta yang lebih spektakur berlangsung di Marina Bay pada malam pergantian tahun. (*)

2 thoughts on “Menjelajahi Singapura

  1. Ping-balik: Menjelajahi Singapura | Wisata Singapura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s