Politik

DPRD Berhentikan Gubernur Sulbar

Pleno DPRD Usulkan Salim Mengga Jadi Gubernur Sulbar

DPRD Sulbar mengeluarkan keputusan politis yang cukup mengejutkan. Jumat malam, 12 Desember, pasangan gubernur dan wakil gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh-Amri Sanusi diusulkan ke Presiden untuk diberhentikan.
Keputusan tersebut langsung disambut sujud syukur dan pekikan Allahu Akbar dari massa pendukung Salim Mengga-Andi Hatta Dai usai Wakil Ketua DPRD Sulbar,
Arifin Nurdin membacakan putusan tersebut.

Pleno DPRD Sulbar yang dihadiri 19 dari 35 anggota dewan yang terdiri dari empat fraksi itu minus Fraksi Golkar juga menyetujui pengusulan pengangkatan pasangan Salim Mengga-Andi Hatta Dai sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar.

Rapat paripurna yang dimulai pukul 20.00 Wita itu sempat mengalami penundaan dua kali. Ini disebabkan jumlah anggota dewan yang hadir tidak memenuhi syarat kuorum sesuai tata tertib DPRD Sulbar.

Pada pukul 20.00 Wita, Wakil Ketua DPRD Sulbar, Arifin Nurdin kembali melanjutkan rapat dengan jumlah anggota dewan yang hadir 19 orang. “Ini telah memenuhi pasal 83 ayat 2 tata tertib DPRD Sulbar, yakni sekurang-kurangnya 1/2 dari anggota
dewan,” katanya.

Empat dari lima fraksi yang ada di DPRD Sulbar yakni, Fraksi Malaqbiq Nasional, Fraksi Sulbar Bersatu, Fraksi Persaudaraan, dan Fraksi PDK menyetujui pengusulan pemberhentian gubernur dan wakil gubernur.

Satu-satunya fraksi yang tidak menyertakan anggotanya pada paripurna tersebut adalah Fraksi Partai Golkar (FPG). Fraksi ini juga tidak melibatkan anggotanya pada Pansus Fatwa MA yang dibentuk DPRD Sulbar. Selain itu, seorang peserta rapat menyatakan abstain, yakni Kalvin Kalambo.

Juru Bicara Fraksi Malaqbiq Nasional, Heince Demmabuttu mengatakan, Fatwa MA bernomor 139/KM/II/2008 tertanggal 12 september merupakan produk hukum Mahkamah Agung untuk memberi kepastian hukum yang belum diatur dalam perundang-undangan.

“Fatwa MA sudah sepantasnya dijadikan acuan dalam perkara hukum yang belum diatur. Hukum adalah kekuasaan tertinggi yang tidak boleh dikesampingkan demi kekuasaan maupun perekonomian,” tuturnya saat membacakan pemandangan fraksinya.

Juru Bicara Fraksi Sulbar Bersatu (FSB), Muhlis Yaddu, mengusulkan kepada pimpinan dewan agar keputusan rapat paripurna DPRD Sulbar segera disampaikan ke presiden melalui mendagri.

FSB juga menyetujui dan mengusulkan Salim Mengga-Andi Hatta Dai diangkat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar. “Dari hasil konsultasi pansus dan rapat dengar pendapat dengan KPU Sulbar, maka Fraksi Sulbar Bersatu meminta agar supremasi hukum ditegakkan,” tegasnya.

Rapat paripurna yang digelar DPRD Sulbar, kata dia, merupakan tindak lanjut hasil kerja pansus yang juga menyikapi secara resmi surat kuasa hukum Salim Mengga.
Surat perihal permohonan pembatalan pasangan Anwar Adnan Saleh-Amri Sanusi sebagai gubernur-wakil gubernur sesuai fatwa MA itu ditujukan kepada Ketua DPRD Sulbar.

“Surat itulah yang kemudian ditindaklanjuti oleh Ketua DPRD dengan meminta anggota dewan berkonsultasi ke institusi terkait, yakni KPU, Depdagri, dan MA. DPRD kemudian membentuk Pansus Fatwa MA,” urainya.

Saat Pansus Fatwa MA melakukan konsultasi ke KPU, Mahkamah Agung, dan Depdagri, ketiga institusi itu mempersilakan DPRD Sulbar menindaklanjuti fatwa MA dengan menggelar rapat pleno.

Menurut Muhlis, konsultasi ke tiga institusi menegaskan bahwa fatwa MA merupakan petunjuk pelaksanaan penyelesaian sengketa pilkada gubernur. Fatwa MA juga dilaksanakan dengan merujuk pada putusan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Penyelesaian sengketa Pilkada Gubernur Sulbar dapat merujuk fatwa MA poin 4a dan 4b. Pada poin 4a disebutkan bahwa proses penggantian kepala daerah terpilih dapat dilakukan tanpa melalui persetujuan DPRD, jika yang terbukti melakukan pelanggaran money politic adalah pasangan calon terpilih.

Sementara pada poin 4b disebutkan, jika yang terbukti melakukan pelanggaran money politic merupakan tim kampanye pasangan calon, maka proses pemberhentiannya melalui persetujuan DPRD.

Putusan Pengadilan Negeri Polewali Mandar dalam perkara pidana No.93/Pid.B/2006/PN Pol yang telah berkekuatan hukum tetap, menghukum terpidana M Nasir Satar. Nasir merupakan sekretaris tim pemenangan relawan Kecamatan Matakali pasangan Anwar Adnan Saleh-Amri Sanusi.

Sesuai isi fatwa MA, tata cara pemberhentiannya mengikuti ketentuan pasal 29 s/d 39 UU Nomor 32 tahun 2004 dengan cara analogi. Sebab, permasalahan yang dihadapi bukan sebagai status pasangan calon lagi, melainkan sudah sebagai pasangan kepala daerah yang definitif.

Pergerakan Politik

Rencana untuk menggelar rapat pleno DPRD Sulbar berembus kencang sejak Jumat pagi sekira pukul 10.00 Wita. Sejumlah anggota dewan mendesak agar segera digelar rapat paripurna.

Rapat panitia musyawarah kemudian diagendakan sekira pukul 14.00 Wita tetapi akhirnya tertunda. Namun sore kemarin, anggota dewan minus 14 anggota Fraksi Partai Golkar dan dua anggota dewan lainnya, yakni Marthen Manggeng (Partai Buruh) dan Fachruddin Suyuthi (PPP) sepakat menggelar rapat panitia musyawarah.

Rapat panmus yang mengagendakan rapat paripurna akhirnya digelar pukul 19.00 Wita. Empat fraksi membacakan pemandangan umumnya setelah rapat paripurna tertunda selama dua kali karena tidak memenuhi syarat kuorum.

Konsentrasi Massa

Hingga pukul 24.00 Wita, massa pendukung Salim S Mengga-Andi Hatta Dai masih terkonsentrasi di depan Kantor DPRD Sulbar. Mereka yang sebelumnya berpencar di beberapa titik langsung berkumpul dan membaca doa.

Meskipun beberapa aparat kepolisian terlihat berjaga-jaga di sekitar Kantor DPRD Sulbar, namun penjagaan justru dilakukan massa pendukung Salim Mengga. Mereka menjaga ketat semua akses masuk ke DPRD. Konsentrasi massa telah dilakukan sehari sebelumnya dan semakin banyak kemarin pagi. Hingga dini hari tadi, suasana di Kota Mamuju masih kondusif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s