pendidikan

Prioritaskan Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat

SEKTOR pendidikan dan kesehatan menjadi titik berat pembangunan di masa pemerintahan Bupati Mamuju, Suhardi Duka dan Wakil Bupati, HM Umar P. Di tangan mereka, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat ini mulai memperlihatkan hasil yang menggembirakan.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan kesehatan terus mengalami peningkatan. Jumlah penduduk yang buta huruf dan angka putus sekolah mengalami penurunan. Demikian juga dengan jumlah kunjungan pasien ke rumah sakit, Puskesmas, maupun Puskesmas Pembantu telah meningkat.

Pendidikan dan kesehatan yang sebelumnya menjadi beban masyarakat, dapat diubah menjadi kesempatan. Beban masyarakat terus dikurangi agar dapat lebih fokus menjalani aktivitasnya, sehingga berpengaruh pada peningkatan pendapatan masyarakat.

Jumlah masyarakat miskin terus mengalami perubahan. Dari target pengurangan angka kemiskinan sebesar 3 persen/tahun, angka kemiskinan penduduk telah berkurang menjadi 11 persen pada tahun 2007.

Menurut Bupati Mamuju, H Suhardi Duka, keberhasilan penurunan angka kemiskinan ini tidak lepas dari program Komitmen Lima yang dijalankan. Pemenuhan hak dasar yang dilaksanakan antara lain, pendidikan dan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Kendati APBD Mamuju masih berkisar Rp450 miliar, pendidikan gratis telah memperoleh alokasi dana 20 persen dari total APBD.
Kabupaten Mamuju termasuk kabupaten pertama di indonesia diluar pulau jawa yang menerapkan angka 20 % anggaran pendidikan disusul kabupaten lainnya.

Kebijakan strategis lain yang telah dilaksanakan di bidang pendidikan juga diarahkan pada pembangunan rehabilitasi gedung, pembukaan fasilitas dan sarana belajar, bop, penyediaan Bea siswa Manakarra, peningkatan kesejahteraan dan mutu guru serta pemilihan guru teladan.

Dari program dan kebijakan pada sektor pendidikan itu, maka angka kelulusan siswa pada Ujian Akhir Nasional 2008, Kabupaten Mamuju mencapai angka yang cukup tinggi dibanding kabupaten lain, baik di sulawesi barat maupun di sulawesi selatan yakni sekitar 98 %.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai salah satu indikator kemajuan pembangunan mengalami peningkatan 1,9 dari 65,4 menjadi 67,3. Angka ini diatas 0,2 dari indeks pembangunan masyarakat suawesi barat 67,1. Kenaikan IPM ditandai dengan peningkatan angka partisipasi sekolah (APS) mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA.

Demikian pula dengan angka melek huruf juga turut meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini terjadi sejak pelaksanaan program pendidikan gratis. Masyarakat telah memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pendidikan sampai pada tingkat SLTA dan berkurangnya beban ekonomi untuk biaya pendidikan anaknya.

Di bidang kesehatan, Pemkab Mamuju mengalokasikan dana sebesar Rp24 miliar pada APBD 2008. Pelayanan kesehatan gratis telah dinikmati masyarakat di 15 kecamatan pada 23 Puskesmas, 149 Puskesmas Pembantu, dan ruang perawatan kelas III RSUD Mamuju.

Jumlah tenaga kesehatan di 15 kecamatan yang ada di Mamuju juga terus meningkat dari 20 dokter umum pada tahun 2005 menjadi 78 orang pada tahun 2008. Peningkatan tenaga paramedis ini untuk mengimbangi peningkatan jumlah penduduk yang mulai sadar memeriksakan kesehatannya.

Jumlah pasien yang berkunjung pada tahun 2006 sebanyak 27.289 pasien. Padahal, pada tahun 2005, jumlah pasien hanya 9.289 orang. Kecamatan Kalumpang yang dulunya cukup terisolasi kini telah dilayani tiga dokter spesialis.

Sektor ekonomi juga tidak lepas dari prioritas pembangunan di Mamuju. Pembangunan infrastruktur menjadi strong poin Komitmen Lima di tahun ketiga. Hasilnya mulai terlihat melalui grafik pertumbuhan ekonomi yang cukup menggembirakan.

Capaian yang telah diperoleh pada awal tahun 2008 ini telah menunjukkan kemajuan. Perekonomian daerah sudah mulai bergerak dan mengalami peningkatan. Pertumbuhan ekonomi mencapai 7, 91 % dan melampaui target RPJMD yang di patok 6,3 % dan RPJMN 6,2 %. Hal ini menunjukkan bahwa iklim berusaha , investasi, penanaman modal dan kondisi perekonomian rakyat juga semakin membaik.

Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita atas dasar harga berlaku Kabupaten Mamuju pada tahun 2008 mengalami peningkatan sekitar 14,78 %. Pendapatan perkapita penduduk dari sekitar Rp3.040.983/ tahun menjadi Rp5.203.708/ tahun. PDRB menjadi salah satu indikator perbaikan ekonomi masyarakat karena merupakan kemampuan nilai tambah yang diperoleh penduduk akibat adanya aktivitas produksi.

Pengangguran di Kabupaten Mamuju yang awalnya mencapai 5,4 persen telah menurun menjadi 2 persen pada tahun 2008. “Pembangunan ekonomi berbasis pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Suhardi Duka.

Dari gambaran ini, maka sejak awal, telah disepakati format “KOMITMEN LIMA” sebagai misi pembangunan daerah. Dengan kesadaran dan keyakinan bahwa pemerintah dan masyarakat mampu mengubah kehidupan daerah ke arah yang lebih baik.

“Ini hanya dapat dicapai apabila kita mau dan mampu melakukan perubahan, mengubah sikap, karakter, prilaku dan pola hidup ke arah yang lebih produktif, inovatif, kreatif, proaktif, memiliki moralitas dan berdisiplin tinggi serta mau bekerja keras . Semangat dan kemauan itu telah dapat kita buktikan, perlahan-lahan telah dirasakan hembusan keberhasilan dan dampak dari keberhasilan perubahan sikap dan karakter tersebut,” ungkap mantan Ketua DPRD Mamuju itu.

Bengkalai yang harus dikerjakan dengan baik adalah masih bergantung pada infrastruktur dan belum mampu berkiprah pada potensi ekonomi yang dimiliki, kendati sudah tergali. Jika tidak segera dimaksimalkan, kita jadi penonton di rumah sendiri.

Warga Mamuju yang andal harus segera disiapkan agar dapat terserap pada perusahaan migas yang membutuhkan banyak tenaga, mulai dari eksplorasi hingga eksploitasi. Untuk mempersiapkan SDM tersebut, Pemkab Mamuju telah melantik sejumlah pengurus BUMD. Salah satu tugas mereka membentuk sebuah training centre dan menciptakan sinergitas antara semua investasi di Mamuju dengan kondisi daerah.

“Soal PAD. Terus terang saya masih belum mau untuk melakukan berbagai terobosan untuk mendongkrak PAD, kalau itu hanya membebani masyarakat. Jadi kita masih harus pilah, siapa yang harus memberi kontribusi dan siapa yang harus disubsidi,” katanya.

2009, Sektor Kelautan Ditingkatkan

PEMBANGUNAN Kabupaten Mamuju di berbagai sektor terus dibenahi. Sektor perkebunan dan pangan sudah kini telah berjalan dan mulai menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.
Sektor lain yang juga cukup banyak digeluti warga Mamuju yang hidup di pesisir pantai adalah bidang perikanan dan kelautan. Sektor ini diakui Bupati Mamuju, Suhardi Duka, belum berjalan maksimal.

Potensi yang terkandung di dalam wilayah perairan Mamuju sangat melimpah. Namun, potensi dan hasil belum berimbang.Pemerintah memiliki tugas segera memacu sektor ini dengan memberikan ransangan.

Sektor kelautan harus dberikan lompatan yang signifikan untuk memacu peningkatannya. “Kalau ini sudah diseimbangkan, maka kemiskinan masyarakat pantai akan berkurang. Tahun ini, kita berikan bantuan alat tangkap,” ungkap Bupati Mamuju.

Pemerintah juga memberikan bantuan kepada nelayan berupa bantuan perahu ketinting 100 unit tahun, perahu Bagang untuk penangkap ikan dan bibit rumput laut. Suhardi Duka mengakui bantuan tersebut belum cukup. “Tahun 2009, sektor kelautan ini akan lebih didorong lebih besar” katanya.

Selayang Pandang Hari Jadi Mamuju

PERADABAN yang telah maju di Bumi Manakarra atau Mamuju telah dikenal sekitar 468 tahun yang lalu. Tata pemerintahan dan pembangunan yang baik dibuktikan dengan telah berdirinya beberapa kerajaan seperti kerajaan Kerajaan Kurri-kurri, Kerajaan Managallang, Langgabonar, dan kerajaan lain seperti di Kalumpang dan lainnya.

Sejarah inilah yang menjadi tonggak penetapan hari jadi Mamuju yang diperingati setiap tahunnya, minimal dalam bentuk sidang paripurna istimewa DPRD Mamuju. Penetapan 14 Juli sebagai hari jadi Mamuju dibuatkan dasar hukumnya melalui peraturan daerah.

Kabupaten Mamuju juga memilik sejarah yang cukup panjang jika meniliknya di bidang pemerintahan. Stabilitas pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan sebenarnya dimulai 1 Juni 1966 dan diperingati sebagai hari kebangkitan Manakarra atau Hari Manakarra. Namun, setelah penetapan Hari Jadi Mamuju, Hari Manakarra ini sudah tidak diperingati lagi.

Hari kebangkitan manakarra ditandai dengan mulai terbukanya Mamuju. Dimana gerombolan Andi Selle dan DI/TII dan sebagainya yang bergolak menjadi gerombolan pengacau saat itu, menyatakan bergabung kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Tahun 1966 tanda dimulainya pembinaan masyarakat dan pemerintahan.

Sebuah seminar kemudian digagas pemerintah dan kelompok Hipermaju dan Persukma untuk mencari dan menelusuri sejarah peradaban Mamuju. Ahli sejarah kemudian menelusuri temuan artefak sejarah seperti patung Amarwati yang sekarang berada di Museum nasional.

Bentuk-bentuk kerajaan dan lain sebagainya dianalisis lebih lanjut. Ternyata, sekitar 460 tahun yang lalu ada sebuah kerajaan di Mamuju yang telah eksis dan memiliki struktur pemerintahan, masyarakat, serta telah memiliki kekuasaan wilayah dan kerjasama dengan daerah luar.

Hasil penelusuran itulah yang diajukan ke pemerintah pada tahun 1999 dan masuk ke DPRD untuk didiskusikan kembali. Temuan sejarah ini kemudian diejawantahkan dalam bentuk Perda tentang Penetapan Hari Jadi Mamuju yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

One thought on “Prioritaskan Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat

  1. Sarana transportasi dalam kota masih sangat minim hanya mengandalkan becak dan ojek, tidak ada angkutan kota ( angkot ).
    Mamuju sebagai ibukota SulBar, tentu saya sangat bangga karena Mamuju adalah tempat lahir saya, namun pembangunan prasarana seperti “jalan raya” tidak begitu signifikan, dapat kita lihat jalan – jalan dalam kota Mamuju.
    Begitu juga dengan jalan dibelakang pasar sentral, penuh dengan becak, ojek dan lainnya, kalo gak sabar bisa bisa ribut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s