Inspirasi

Sulitnya Menerima Nasihat

Betapa sulit menasihati bangsa ini, terutama mereka para koruptor dan penerima suap itu. Jangankan kita, bahkan orang tua mereka pun bisa tidak percaya kepada kelakuan anak sendiri. Ada seorang ibu yang enggan mempercayai bahwa anaknya ditangkap KPK untuk sebuah tuduhan yang begitu aibnya: penerima suap. Yang jika tuduhan itu terbukti, koruptor akan menjadi  sebutannya. Dan agama telah tegas mengancam, memakan harta yang bukan haknya, setara dengan memakan bangkai saudaranya. Ibu ini, mengaku mendidik anaknya itu pelajaran agama sejak kecil. Itulah kenapa ia sulit untuk percaya, bahwa anak yang dididiknya itu, adalah anak yang kini tersandung masalah yang amat jauh dari pelajaran agama yang diajarkannya. Kita tidak tahu, apakah pernyataan ibu itu pembelaan atas tuduhan kepada si anak, atau penyesalan atas perilaku anak yang mengecewakan hatinya.

Yang jelas, akan makin banyak ibu yang harus  meratapi soal serupa karena ternyata makin banyak saja daftar orang yang tertangkap basah oleh KPK sedang menerima suap. Penangkapn itu kita percayai, karena berat sekali sekali konsekuensi hukumnya jika penangkapan itu tidak sarat bukti. Para koruptor dan  calon-calon koruptor harus mempercayai fakta: sekarang ini, tingkat kepercayaan masyarakat kepada KPK sedang baik  sekali. Dan kepada lembaga inlah seluruh kemarahan kita atas korupsi terakomodasi.

Kepercayaan itulah yang membuat penangkapan-penangkapan itu langsung dipercayai sebagai kebenaran, meskipun kasusnya belum diputuskan oleh pengadilan. Tetapi kita mengerti, tidak sederhana merancang  penangkapan  semacam itu. Ia membutuhkan penilisikan lama, dengan sabar mengumpulkan bukti-bukti dan merancang penjebakan dengan teliti. Strategi ini, patsi melebihi kesabaran seekor buaya yang tenang  dan  teguh dalam mengintai mangsa, sampai mangsa itu benar-benar tertangkap karena ulah dan kelalaiannya sendiri. Tegasnya: masyarakat mempercayai penangkapan itu bukan cuma sebagai  ketrampilan ilmu detektif melainkan sebagai peragaan moral tingkat tinggi.

Maka penangkapan  demi penangkapan tiu, pasti akan membuat  banyak ibu-ibu lagi yang menangis. Karena pihak  yang ditangkap itu bukan cuma penerima suap, tetapi juga seorang anak, yang oleh seorang ibu di didik dengan segenap kemuliaan itu: dengan ajaran-ajaran agama, dengan  sekolah yang tinggi, dengan aneka ketrampilan  dan budi pekerti, yang membuat anak-anak itu akhirnya tumbuh, menjadi orang penting  dan akhinya mendapat kedudukan tinggi. Tetapi di  dalam  ketinggian itulah,  seluruh ajaran mulia itu seperti kehilangan arti.

Smart FM Team

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s