ADVENTURE

Liburan Asyik

Asyiknya Liburan di Pantai Lombang-lombang

Ombak yang bergulung ke bibir Pantai Wisata Lombang-lombang siang itu tidak besar. Boleh dikata, malah sangat tenang. Beberapa pengunjung cukup berani berenang hingga jarak sekitar 10 meter dari bibir pantai. Bukan hanya anak-anak yang menikmati berenang sambil bermain. Orang dewasa pun tak mau kalah.

Beberapa bocah cilik memilih membangun kastil berbagai bentuk dari pasir pantai yang basah. Deburan ombak yang cukup tenang, membuat para “arsitektur” dan “desainer” muda itu tidak takut istana yang telah dibangunnya hancur dihantam ombak.

Ada juga yang ingin menikmati air laut sambil berjemur dengan menggunakan pelampung dari ban yang disewa Rp5.000 sepuasnya. Lokasi wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Mamuju dan warga sekitar ini cukup ramai disambangi warga Mamuju maupun dari beberapa kecamatan di sekitarnya pada hari libur, seperti hari Minggu atau perayaan hari besar lainnya.

Pantai Wisata Lombang-lombang yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Mamuju berpasir hitam yang cukup halus. Panjang garis pantai itu sekitar lima kilometer dengan lebar mencapai 50 meter. Cukup luas untuk melakukan berbagai aktivitas atau hobi-hobi masing-masing pengunjung.

Seperti yang terlihat pada Minggu, 15 Juni. Cuaca yang sangat bersahabat dengan sinar matahari yang tidak terik, membuat sepuluh kawanan pemuda sangat menikmati permainan sepak bola di sekitar pantai.

Bola yang sesekali nyemplung ke laut, justru menjadi kegembiraan tambahan, tatkala seorang pemain harus mengambil si kulit bundar yang mulai dipermainkan ombak. Pemain lain yang cukup usil, kadang mendorong temannya hingga tercebur ke laut.

Selain ruang yang tersedia cukup untuk melakukan beberapa aktivitas olahraga lainnya, seperti volley pantai, pengelola juga menyediakan beberapa buah gazebo. Suasananya sangat nyaman. Semilir angin yang berembus sangat sejuk dari pohon nyiur yang menaungi gazebo beratap seng merah atau ijuk.

Adapula semacam balai dari bambu yang ditata sangat rapi berukuran 4×4 meter dan diberi atap dari daun rumbia. Pengunjung yang membawa keluarga cukup banyak dapat menyewa balai bambu ini sebesar Rp25 ribu. Cukup murah dan dapat digunakan sampai sore.

Lokasi pantai wisata yang dikelola pemkab dan masyarakat ini cukup bersih dari sampah. Kondisi berbeda pada lokasi yang dikelola sendiri oleh warga. Sampah cukup banyak bertebaran di atas pasir dan mengganggu pemandangan.

Pengelola pantai wisata, Muh Kamin, menuturkan, kebersihan pantai dari sampah yang berasal dari laut maupun yang dibawa pengunjung sangat dijaga. “Setiap hari kami bersihkan bersama-sama. Tidak enak dilihat kalau banyak sampah bertebaran,” katanya.

Sesekali, even-even pertunjukan musik atau hiburan lainnya dipertontonkan di pantai wisata ini. Sebuah panggung berukuran besar dan cukup terawat telah disediakan oleh pengelola. Pokoknya tinggal pakai. Andai saja pertunjukan hiburan ini cukup rutin digelar, diyakini Kamin, dapat menyedot cukup banyak pengunjung.

Agar wisata Lombang-lombang lebih berkembang dan tidak hanya dikunjungi warga Mamuju, pengelola pantai berharap pemerintah menambah fasilitas wisata. “Kalau pengunjung disediakan perahu untuk keluar sekadar berlayar tidak jauh dari pantai, pasti banyak yang suka,” kata pria berumur 46 tahun itu.

Wandi, salah seorang pengunjung yang juga warga Mamuju, mengaku cukup sering berakhir pekan di Pantai Lombang-lombang bersama teman-temannya. Kalau tidak ingin berenang, mereka sekadar bermain gitar dan menyanyi sambil “cuci mata”. “Buat merilekskan pikiran saja. Besok kembali beraktivitas dengan santai. I Like Monday,” katanya sambil memelesetkan lagu Bob Marley, I Don’t Like Monday.

Puas berenang atau lelah menyusuri pantai dan perut keroncongan tetapi tak membawa bekal? Tak perlu khawatir. Selain kios yang menyediakan jajanan instan cukup banyak, ada pula warung yang menyediakan makanan.

Sebuah warung berwarna biru langit menyediakan makanan tradisional yang cukup jarang kita temui sehari-hari. Makanan yang dijual bernama Jepa. Penganan khas Mandar ini terbuat dari parutan singkong yang diperas kemudian dicampur parutan kelapa. Tetapi ada juga yang terbuat dari sagu.

Bentuknya bulat dan dipanggang di atas kuali tanah hingga matang. Sekilas mirip pembuatan kue serabi. Dalam satu porsi, biasanya pemilik warung memberikan dua lembar jepa. Cukup mengenyangkan karena mengandung karbohidrat yang tinggi. Bagi yang belum terbiasa menyantapnya, kadang cuma mampu menghabiskan satu lembar jepa.

Penganan jepa yang memiliki rasa agak sedikit tawar, lebih enak ditemani ikan yang dapat dipilih sesuai selera pada sebuah cold box berisi beberapa jenis ikan yang masih segar. Ikan itu kemudian dimatangkan dengan cara diasapi. Rasanya sangat gurih dengan aroma yang khas. Apalagi dicocol pada sambal yang terbuat dari tomat mentah.

Atau, kalau ingin mencoba rasa yang lain, potong sedikit jepa kemudian rendam ke dalam air ikan pallu mara yang berwarna kekuningan dengan rasa asam yang segar. Hmm, sangat nikmat. Tak heran banyak pengunjung yang mencoba makanan ini.

Masalah harga, tak perlu khawatir. Satu porsi jepa ditambah sepotong ikan asap dan ikan pallu mara, anda hanya membayar Rp15 ribu. Cukup murah bagi pengunjung yang tidak ingin repot membawa bekal dari rumah tetapi ingin menikmati liburan akhir pekan yang nyaman.

One thought on “Liburan Asyik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s