Success Story

Menghirup Keuntungan Wanginya Tanaman Nilam

Perawatan Mudah dan Bernilai Ekonomis Tinggi

BUDIDAYA tanaman nilam (pogostemon patchouli) belum populer dan dikembangkan masyarakat secara luas. Padahal, minyak yang dihasilkan dari penyulingan nilam yang telah kering bernilai ekonomis tinggi dan dijual hingga Rp1 juta per kilogram

Nilam yang memiliki sifat aromatik kuat dijadikan bahan dasar parfum, pewangi kertas tisu, dan kosmetik. Di Sulawesi Barat, nilam mulai dikembangkan oleh Alimuddin, seorang petani di Desa Leling, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, sejak 2005 silam.

Stek tanaman diperoleh dari kenalannya yang lebih dahulu mengembangkan nilam di Enrekang. Bibit ini kemudian ditanam pada lahan seluas sekitar satu hektare. Pertama kali mengembangkan nilam, minyak yang dihasilkan dijual pada pedagang di Makassar Rp260 ribu per kilogram.

“Kalau daun bagus, nilam yang dipanen pada lahan seluas satu hektare bisa menghasilkan satu ton bahan baku untuk disuling. Dengan rendemen tiga, jika alat penyulingan juga bekerja maksimal, akan menghasilkan minyak hingga 300 kilogram,” katanya saat ditemui di kediamannya, Minggu, 21 Juni.

Meskipun dapat tumbuh di mana saja, nilam paling cocok dikembangkan di daerah pebukitan dan berhawa cukup sejuk. Nilam yang ditanam dekat wilayah pesisir, kata dia, daunnya cukup tipis, sehingga menghasilkan minyak yang sedikit.

Nilam telah dapat dipanen saat berumur tujuh bulan. Bagian yang diambil mulai dari batang dan daun dengan menyisakan sekitar 20 sentimeter dari tanah. Tunas baru akan muncul dan kembali dipanen tiga bulan kemudian.

Budidaya tanaman ini sebenarnya tidak memerlukan perawatan ekstra. Pemupukan pun, ujarnya, tidak perlu dilakukan. Alimuddin mulai berusaha keras saat panen hingga penyulingan. Tenaga kerja dibutuhkan cukup banyak.

Nilam yang telah dipanen dan digantung harus segera dicacah halus sebelum kering. Kemudian dikeringkan tanpa sinar matahari langsung dan siap untuk disuling dalam sebuah ketel. Satu kuintal nilam yang disuling mampu menghasilkan 3-4 kilogram minyak

Minyak diperoleh dari ketel dalam bentuk uap bersama air dan dilewatkan melalui spiral. Pemisahan air dan minyak yang didinginkan pada sebuah silinder menggunakan sifat air dan minyak yang tak bersatu. Minyak nilam dengan berat jenis lebih ringan dari air akan mengapung di permukaan sehingga memudahkan pemisahannya. “Biasanya saya menjual minyak ke Makassar hingga 20 kilogram,” ucapnya.

Minyak nilam yang dihasilkan Alimuddin diperoleh dari alat penyulingan pinjaman rekannya dari Enrekang. Alat penyulingan ini hanya mampu berproduksi 1-1,5 kilogram dari satu kuintal nilam kering. Jumlah ini dinilainya jauh dari produksi sebenarnya.

Jika alat penyulingan bekerja maksimal, minyak yang dihasilkan dapat mencapai 3-4 kilogram untuk satu kuintal nilam kering. Perbedaan produksi alat penyulingan yang dipanaskan menggunakan kayu bakar itu disebabkan faktor konstruksi alat.

Tinggi ketel yang dimilikinya saat ini empat meter. Padahal, agar uap air bercampur nilam yang dihasilkan minyak lebih banyak, bebernya, tinggi ketel maksimal dua meter. Leher angsa ketel juga harus lebih besar sehingga dapat mengalirkan uap lebih banyak ke pipa stailess steel yang berbentuk spiral

Jauhnya perbedaan produksi ini membuat Alimuddin mulai menghentikan sementara produksi minyak nilamnya. Dia akan melanjutkan kembali usaha penyulingan nilam setelah alat diganti. Padahal, tanaman nilam telah menanti dipanen dan permintaan juga semakin besar.

Pria berumur 58 tahun yang telah memiliki empat orang anak dan tiga cucu ini tengah menanti permintaan bantuan penguatan modal dari Pemprov Sulbar disetujui. “Kalau permohonan kredit saya disetujui pemerintah, saya akan membeli alat penyulingan yang mampu berproduksi lebih besar. Harganya sekitar Rp100 juta,” katanya.

Kredit yang dibutuhkannya sekitar Rp350 juta. Dana itu akan digunakan membeli satu unit alat suling dan membiayai pembukaan perkebunan tanaman nilam untuk kelompok tani yang akan dibentuk. Jumlah petani yang dibutuhkannya sedikitnya sebanyak 25 orang.

Setiap petani akan diberikan dana Rp1 juta atau maksimal Rp2 juta untuk memulai penanaman nilam pada lahan seluas satu hektare. Stek akan didatangkan dari Enrekang atau Bogor jika nilam yang ada di perkebunannya saat ini tidak mencukupi.

“Sisa dana kredit yang diberikan akan digunakan untuk membeli hasil panen nilam petani. Satu hektare tanaman nilam dapat menghasilkan sekitar satu ton. Jika satu kilogram nilam kering yang telah dicacah dibeli dengan harga Rp20.000, maka petani bisa memperoleh sekitar Rp20 juta satu kali panen,” katanya.

Kekurangan tenaga kerja menjadi salah satu faktor sulitnya usaha penyulingan minyak nilam Alimuddin berjalan maksimal. Usahanya masih dikelola dengan manajemen keluarga. Sementara setiap kali panen pada lahannya yang seluas dua hektare, pencacahan harus segera dilakukan untuk menghindari hilangnya minyak nilam dalam penguapan.

Saat diinformasikan tentang adanya program pemerintah yang bernama kredit usaha rakyat atau KUR, Alimuddin mengaku belum mengetahuinya. Dia nampak antusias dan berjanji akan berupaya mencari tahu proses pencairan dana kredit untuk usaha rakyat itu.

27 thoughts on “Menghirup Keuntungan Wanginya Tanaman Nilam

  1. Pak, selain di Enrekang dimana saya bisa dapat bibit nilam?? Saya punya lahan 7 Ha di 12 km dekat malino..apa cocok buat tanam nilam??
    Tks

  2. mas saya mau budidaya dan melakukan usaha minyak & tumbuhan nilam, tolong bantuannya.sementara saya ada lahan 10 ha.bagaimana saya mendapatkan bibit tumbuhannya

  3. Ass…
    Saya Mempunyai lahan tiga hektar, rencana dikembangkan menjadi lahan perkebunan nilam, saya masih belum berpengalaman terhadap bisnis ini
    juga ada kelompok taninya
    mohon saran-sarannya

  4. saya sangat tertarik tentang budidaya tanaman NILAM,kendala yang kami hadapi di lapangan adalah ketersediaan mesin penyulingan yang baik yang mampu mengasilkan minyak nilam yang maksimal,saya minta petunjuk dari mana kami mendapatkan alat ini,dan apakah alat penyulingan dapat di buat sendiri?,dan bagaimana ukuran konstruksi yang baik untuk pengolahan 1 Ton per Hari. Tks

  5. Buat mas Edi, terima kasih atas koreksinya. Ada kesalahan yang sangat mengganggu dalam pengetikan angka di dalam artikel ini. Pada saat saya mengunjungi petani nilam ini, harga beli satu kilogram minya atsiri nilam bukan Rp 2000 tetapi Rp 20000. Penulis mohon maaf untuk kesalahan yang membuat adanya pihak yang merasa dirugikan dengan informasi yang diberikan. Segera dikoreksi naskah tulisannya agar tidak menyesatkan. terima kasih untuk sharing semuanya.

    • sekarang di kec mambi kabupaten mamasa sulbar di kembangkan tanaman nilam bagi yang membutuhkan bibit kami menyediakan bibitnya dengan sistem kerjasama harga nilam kering rp 4000 kering dengan estimasi tiap hektar bisa menghasilkan 10 ton / hektar artinya tiap hektar bisa menghasilkan rp 40.000.000 bila berminat hubungi sudirman 081341678704

  6. Dimana saya bisa dapatkan alamat atau nmr telfon pembeli minyak nilam diwilayah Makassar, bg yg mengetahui tolong diinformasikan melalui nmr 085299936484 a/n zulfihadi. terima kasih sebelumnya………

  7. Tolong diberi info alamat pembeli minyak nilam ini karena ada banyak teman dari daerah Nusra, Maluku dan Sulawesi yang tanyakan mengenai pembeli minyak nilam di daerah Jabodetabek

  8. kami siap membeli nilam kering di wilayah sulawesi barat harga tergantung pasaran minyak nilam dunia hubungi sudirman 081341678704

  9. yg bener ni pak hrg nilam kring Rp.20rb/kg?blm pnah sy dpt sgtu aplgi klo hrg minyk cm 300an,klo ad sy puny b.bakunya.

  10. berapa harga per steknya bibit nilam, sy bermaksud ingin mengembangkan di Pangkep, perlu sy tambahkan bahwa, sy bisa membuat alat penyulingannya sebaik mungkin, krn sy pernah bekerja pada perusahaan Jepang di Jakarta selama 15 thn, perusahaan yang bergerak pada desalination System. Hp.0852 4291 1453

  11. saya punya tanaman nilam di gowa jln malino km7 kampus stpp gowa..cuman saya belum tahu di mana jualnya…mohon infonya..,apakah di gowa ada pembelinya,.cp; muhammad baslang 085342011161..,terimah kasih sebelumnya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s