kesehatan

Kasus Temuan Bakteri Air Galon Sungguh mengerikan apabila bakteri Salmonella atau biasa dikenal Escherichia coli (E Coli) masuk ke tubuh manusia. Akibat yang ditimbulkan bila terinfeksi bakteri ini adalah peradangan pada saluran pencernaan sampai rusaknya dinding usus.

Demikian menurut Dra Siti Khotimah Msi, Ahli Mikrobiologi, kepada Pontianak Post, dua hari lalu. “Bakteri Salmonella sangat berbahaya. Apabila masuk ke tubuh penderita melalui makanan atau minuman yang tercemar bakteri ini, akibat adalah peradangan pada saluran pencernaan sampai rusaknya dinding usus,” kata dia.

Menurut Dosen MIPA Prodi Biologi, Universitas Tanjungpura itu, dampak lainnya yang tak kalah mengerikan akibat bakteri Salmonella,  penderita akan mengalami diare, sari makanan yang masuk dalam tubuh tidak dapat terserap dengan baik sehingga penderita akan tampak lemah dan kurus. Racun yang dihasilkan oleh bakteri Salmonella menyebabkan kerusakan otak, organ reproduksi wanita bahkan yang sedang hamilpun dapat mengalami keguguran.

Perlu diketahu, bakteri Salmonella ini positif ditemukan pada salah satu produk air galon yang dipergunakan di ruang Perinatalogi, RSUD Soedarso Pontianak. Penemuan itu diketahui setelah dilakukan pemeriksaan Balai Pengawan Obat dan Makanan (POM) Pontianak, sekitar Januari 2007 lalu.

Direktur RSUD Soedarso, Dr HM Subuh MPH, saat menggelar jumpa pers, Rabu (11/4) lalu, juga mengakui kalau air galon yang digunakan di ruang perinatalogi, positif mengandung bakteri Salmonella. Bahkan menurut Subuh, dari tiga lokasi pengambilan sample, ketiga-tiganya positif mengandung bakteri Salmonella.

Meskipun Balai POM menyatakan air galon positif mengandung bakteri Salmonella, tetapi Subuh membantah kalau penyebab kematian bayi di ruang Perinatalogi disebabkan air galon. Menurut Subuh, kematian bayi di ruang itu justru karena beberapa penyakit.

“Tidak benar kalau penyebab kematian bayi di ruang perinatalogi karena air. Tolong di garis bawahi itu. Justru kematian itu disebabkan beberapa penyakit,” kata Subuh.

Lebih lanjut, menurut Siti, Salmonella bisa tumbuh dan hidup di air, tanah, dan udara. Bahkan Salmonella bisa hidup dimana-mana. “Jadi kalau untuk kontaminasi terhadap manusia, juga bisa dari udara, air, dan tanah, kotoran-kotoran. Bukan hanya dari air yang jernih saja. Nah yang perlu dipertanyakan mengapa Salmonella bisa tumbuh di air galon? Mungkin karena proses pengolaan dan pengemasannya kurang higienis.

Dikatakan Siti, kalau Salmonella sampai masuk tubuh karena tertelan, maka Salmonella bisa hidup normal di usus halus. Salmonella bisa berkembang biak dan akhirnya menginfeksi usus. Akibat lainnya bisa sakit perut dan typus. Salmonella, kata Siti, akan tumbuh secara terus menerus di dalam tubuh manusia selama manusia itu hidup. Kehidupan Salmonella dipengeruhi kondisi lingkungan. Kalau kondisi tubuh manusia tidak sehat, bakteri Salmonella akan cepat sekali berkembang biak.

Kalau ada bayi yang keracunan bahkan sampai berujung pada kematian, kata Siti, karena minum air yang ada kandungan Salmonella, tentu tidak bisa disangkal. Sebab bayi itu belum ada ketahanan tubuhnya. Sebenarnya manusia itu ada antibody tersendiri yang begitu terserang bakteri langsung bereaksi secara otomatis untuk menghambat benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Nah kalau untuk bayi mungkin pertumbuhannya belum maksimal. Atas dasar itu, kata dia, setiap minggu bayi itu harus diberikan imunisasi. Agar daya tahan tubuhnya cepat memilik antibody terhadap serangan bakteri atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

“Jadi kalau sampai Salmonella bisa masuk dan terdapat dalam air galon kemasan, tentu produk itu harus dipertanyakan bagiamana proses pengolahannya dan kemasannya. Pengolahan itu jelas tidak higienis. Dalam pengolahan air galon sekarang ada sinar oxon. Nah kalau sampai bakteri Salmonella masuk dan bersarang di dalam air galon kemasan, tentu sinar oxon-nya tidak merata,” kata dia.

Namun yang paling sering dikeluhkan, akibat bakteri Salmonella, lanjut Siti, yaitu Demam tifoid (typhoid fever) atau lebih dikenal dengan penyakit tifus merupakan penyakit saluran cerna yang sering menyerang terutama anak-anak, meskipun orang dewasa dan orang tua juga dapat terserang. Penyebab penyakit tersebut adalah bakteri Salmonella typhi dan Salmonella typhimurium. Penularan umumnya melalui makanan ataupun minuman yang tercemar oleh agen penyakit tersebut, penanganan yang kurang higenis ataupun dari sumber air yang digunakan untuk mencuci. Gejala yang timbul adalah mual, muntah, demam tinggi berfluktuasi, nyeri kepala hebat, nyeri perut yang diawali dengan sembelit dan kadang diikuti dengan diare yang bercampur darah. Pengobatan umumnya dilakukan bila pemeriksaan laboratorium memberikan hasil yang positip serta perlu adanya pemeriksaan laboratorium untuk menentukan jenis antibiotik yang paling tepat. Pencegahan dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas sanitasi, air, produk makanan asal hewan seperti daging, susu segar ataupun produk makanan yang lain.

One thought on “

  1. Bukan komentar,tp pertanyaan.
    Sy buat kue sus tgl 19 pagi jam 9,buat hajatan disamping rumah.saat itu tuan rumah memakannya.tidk terjadi apa-apa.nanti setelah para tamu pulang dgn menbawa sus.besoknya diberikan ke tetangga(tdk jelas apakah dimasukan kulkas,dan jam brapa saat dari tempat hajatan menuju kulkas dirumah para tamu..) Ada yg makan saat itu,ada jg yg makan setelah sore pada besok harinya.apa ada kemungkinan kontaminasi bak salmonela? Trimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s