Reportase

Menikmati Shisha, Rokok Khas Timur Tengah

SHISHA atau seperangkat alat seperti penghisap rokok dari Timur Tengah, menjadi tren baru berelaksasi atau melepaskan kepenatan usai beraktivitas. Selain pilihan cita rasa buahnya beragam, shisha juga dapat dinikmati bersama teman hingga lima orang.

HILANGKAN pikiran mengisap shisha laiknya mengisap rokok konvensional yang biasa ditemui. Bentuk alat hisapnya cukup unik. Rokok ala Timur Tengah ini menggunakan alat berupa tabung besar dengan satu selang menyerupai belalai gajah berukuran 50 cm-1,5 m. Tabungnya terbuat dari kristal juga logam kuningan seperti bong dengan tinggi antara 60 cm hingga 70 cm.

Sebelum menikmati asap sisha, dibutuhkan preparasi untuk membakar arang spesial yang tidak berbau dan berasap sekitar tujuh menit. Pasta yang terbuat dari buah-buahan kering yang dicampur dengan madu, diletakkan dalam cawan yang terdapat di bagian puncak tabung atau bong. Bagian dasar tabung telah diisi air sebanyak tiga per empat bagian yang sebelumnya telah diberi batu es.

Pasta aneka buah kering dengan aneka pilihan rasa buah seperti strawberry, apel, jeruk, anggur, melon, mangga, ros, atau rasa mint, pepsi cola, cappuccino, dan kopi arabika tersebut, dicampur dengan tembakau yang diperam dengan kadar nikotin 0,5 persen dan tar 0,0 persen. Cawan berisi racikan pasta buah kering dan tembakau kemudian ditutup dengan aluminium foil yang telah dilubangi. Sementara arang yang telah dibakar, diletakkan di atas aluminium foil berlubang.

Marketing Coordinator Colors Pub & Restaurant Makassar, Bram, menjelaskan, arang yang telah dibakar dan pasta buah kering bercampur tembakau tersebut tidak langsung bersinggungan. Colors adalah satu tempat di Makassar yang menyediakan relaksasi shisha.

“Pada shisha, tidak terjadi proses pembakaran tembakau secara langsung. Pasta buah hanya terkena efek panas dari arang yang dibakar, sehingga asap yang dihasilkan terasa lembut, manis, dingin, dan aromatik,” kata Bram.

Untuk menikmatinya, tinggal mengisap pipa panjang yang terhubung dengan katup yang berada di tengah tabung. Isapan awal memang harus cukup dalam untuk menghasilkan asap yang cukup tebal dan aroma buah yang lebih terasa. Setiap isapan, menghasilkan gelembung-gelembung udara pada air yang berada di dasar tabung. Setiap kali mengisap, aroma buahnya langsung terasa. “Di sinilah letak relaksasi menikmati shisha,” ujar Bram.

Uniknya, shisha ini dapat dinikmati bersama teman hingga lima orang. Pipanya memang hanya satu. Untuk menyiasati agar ujung pipa tidak berganti-ganti mulut, telah disediakan benda semacam pipet berukuran panjang sekitar tiga cm. Racikan pasta buah kering dan tembakau yang telah diperam dengan dua buah arang khusus dapat dinikmati selama setengah hingga satu jam.

Menurut Bram, penikmat shisha tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Hanya dengan Rp50 ribu, rokok ala Timur Tengah dengan aneka cita rasa buah sesuai keinginan, telah dapat dinikmati. Di Makassar, lanut dia, menikmati shisha menjadi tren baru di antara clubbers dan eksekutif. “Unsur fun-nya cukup besar, karena bisa bareng teman-teman lain dan asyik buat nongkrong. Shisha ini juga dapat dinikmati perokok yang ingin perlahan-lahan menghentikan kebiasaan merokoknya,” katanya.

Shisha yang merupakan salah satu cara kegiatan seperti merokok lazim dilakukan masyarakat Timur Tengah, Persia dan India sejak ratusan tahun lalu. Awalnya sekadar sebagai teman minum kopi. Kebiasaan ini kemudian semakin berkembang menjadi gaya hidup di seluruh dunia.

5 thoughts on “Menikmati Shisha, Rokok Khas Timur Tengah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s