Hot News

Ulama AGH Sanusi Baco Dirawat

Ulama kharismatik Sulsel, AGH Sanusi Baco mulai mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, Senin, 2 Juni. Pagi ini, Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla dijadwalkan datang membesuk.Sanusi masuk RSJ Harapan Kita pukul 06.30 Wita. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel itu langsung masuk ruang kateterisasi jantung. Berdasarkan rekam jantung, terdapat beberapa penyempitan baru plus satu penyempitan lama di jantung Sanusi.

Putra sulung Sanusi, Irfan, Senin, 2 Juni, menjelaskan, berdasarkan keterangan dokter yang merawat Sanusi, ketua Dewan Syuro Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Sulsel itu harus menjalani operasi bypass.

Pasalnya, untuk penanganan Sanusi, diperlukan pemasangan cincin enam buah. Masalahnya, ada tempat yang sulit untuk dipasangi cincin sehingga kemungkinan terjadi penyempitan ulang dalam 2-3 bulan ke depan.

“Dokter mengatakan, jalan yang aman adalah dengan bypass. Tetapi, apakah langkah tersebut yang akan ditempuh, masih menunggu keputusan dari Pak Wapres (Jusuf Kalla),” kata Irfan.

Sesuai rencana, JK akan membesuk Sanusi Baco di RSJ Harapan Kita. Rencana kedatangan JK itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI, HM Aksa Mahmud yang membesuk Sanusi, kemarin. JK sekaligus akan memutuskan operasi bypass itu.

Pada hari pertama di RS kemarin, Sanusi Baco banyak dikunjungi keluarga yang berdomisili di Jakarta. Merekan antara lain HM Sattar Taba, Dirut PT Semen Tonasa. Begitupula dengan beberapa warga asal Sulsel.

Hingga kemarin, kondisi Sanusi, kata Irfan, masih baik. Meski lebih banyak istirahat, tetapi ulama dengan ciri khas suara lemah lembut itu masih bisa bangun dan melaksanakan salat lima waktu.

Bambang: Mungkin karena Pak Kiai Selalu Disuguhi Kepala Kambing

DOKTER Bambang Budiono yang mendampingi Sanusi dari Makassar, melakukan pemeriksaan akses pembuluh darah di tangan kanan Sanusi. Tindakan kateterisasi dilakukan pada pukul 06.30, melalui pembuluh di tangan kanan (arteri Radialis, Red).
Bambang menjelaskan kenapa melakukan sepagi itu.

“Karena tindakan kateterisasi jantung nanti kemungkinan akan diikuti pemasangan cincin bila memungkinkan. Kami antisipasi bila kasusnya relatif sulit sehingga prosedurnya memakan waktu panjang, supaya jadwal pasien lain tidak tertunda.

Hal ini mengingat di laboratorium kateterisasi jantung pada hari sama telah terjadwal 21 pasien. Saya sudah minta agar beliau mendapat nomor urut 0, artinya lebih dulu dari nomor 1, karena nomor 1 terjadwal jam delapan pagi,” kata Bambang sambil bergurau.

Sesuai jadwal, tindakan kateterisasi jantung dilakukan oleh Bambang, didampingi dr. Sunarya Soerianata, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Pengurus Pusat Perhimpunan dokter jantung di Indonesia. Pemeriksaan tersebut selesai dalam waktu 10 menit.

Hasil pemeriksaan kateterisasi jantung tersebut memperlihatkan bahwa 4 cincin yang dipasang oleh Bambang di RS Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, pada tahun 2003 lalu,

pembuluh darahnya masih terbuka karena cincinnya masih berfungsi baik, hanya satu cincin di satu pembuluh koroner yang mengalami penyempitan tetapi tidak terlalu berat, lebih kurang 35 % saja.

Penyempitan yang berat terdapat di bagian pembuluh di bagian bawah cincin, di tiga pembuluh darah. Artinya masalah yang dihadapi saat ini, seluruhnya adalah penyempitan baru, bukan di tempat yang dipasang cincin lima tahun yang lalu.

“Mungkin ini karena Pak Kiai selalu disuguhi kepala kambing, bila sedang diundang oleh jemaahnya. Posisi Pak Kiai memang sulit untuk menolak,” Jelas Bambang, setengah bergurau.

Pada prinsipnya, karena kelainan yang dihadapi bukan tergolong sederhana, sehingga perlu didiskusikan dengan pihak keluarga. “Saya pribadi, lebih menganjurkan untuk operasi bypass, karena kalau mau pakai cincin, memerlukan sekurang kurangnya enam cincin.

Selain biaya akan lebih mahal, risiko untuk mengalami penyempitan ulang menjadi lebih tinggi bila terlalu banyak cincin dipasang. Kami ingin agar solusi yang diambil untuk Pak Kiai adalah solusi yang terbaik, tidak hanya jangka pendek, tetapi juga jangka panjangnya.” Kata Bambang, mengakhiri penjelasannya.

Bila seluruh keluarga menyetujui, tindakan operasi paling cepat akan dilakukan Senin depan, karena obat pengencer darah yang dikonsumsi Sanusi harus dihentikan 5-7 hari sebelum operasi.

Dihubungi saat berada di Bandara Sukarno Hatta, siang kemarin, Bambang menganjurkan agar Sanusi tetap tinggal di Jakarta sampai jadwal operasi, agar dapat beristirahat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s