Hot News

Prioritaskan Infrastruktur Pertanian dan Energi

Anggota Panitia Anggaran (Panggar) DPR RI, Abdul Hadi Djamal, mengkritisi fokus kegiatan prioritas yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2009.Menurut anggota fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, pemerintah tidak jeli menangkap fenomena internasional terkait lonjakan harga energi dan pangan. Ketidakjelian itu tergambar dalam fokus kegiatan prioritas dalam RKP yang menempatkan pembangunan pertanian, infrastruktur, dan energi di prioritas dua. “Seharusnya, tiga hal ini yang menjadi prioritas utama (satu). Karena sekarang pangan dunia naik. Seharusnya itu yang harus digenjot produksinya. Makanya, perbaikan infrastruktur, pengairan khususnya, jangan dinomorduakan,” tegas anggota Komisi V DPR itu, usai mengikuti Rapat Kerja Panggar DPR RI dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Direktur Bank Indonesia (BI) Boediono, dan Kepala Bappenas Paskah Suzeta, di DPR RI, Senin, 2 Juni. Saat membacakan RKP 2009, Kepala Bappenas menyebutkan kegiatan prioritas satu adalah peningkatan pelayanan dasar dan pembangunan perdesaan. Fokus pertamanya, pengurangan kemiskinan yang akan dijalankan melalui penyempurnaan sistem perlindungan sosial khususnya bagi masyarakat miskin, perluasan cakupan program pembangunan berbasis masyarakat, serta pemberdayaan usaha mikro dan kecil. Fokus kedua, sektor pendidikan dengan program antara lain penuntasan wajib belajar sembilan tahun untuk daerah yang kinerja pendidikannya tertinggal, peningkatan mutu pendidikan formal semua tingkatan, serta peningkatan kualitas dan kesejahteraan pendidik. Fokus ketiga, beber Paskah, Kesehatan dan Keluarga Berencana meliputi sub fokus menekan angka kematian ibu-ibu dan anak, kekurangan gizi, dan pemberantasan penyakit menular, peningkatan akses pelayanan kesehatan, serta pemantapan revitalisasi program KB. Fokus terakhir di prioritas satu ini adalah pembangunan perdesaan yang meliputi kegiatan peningkatan infrastruktur sesuai standar pelayanan minimal, penanggulangan lumpur Sidoarjo, reformasi agraria, serta penguatan lembaga pemerintah desa. Namun menurut Hadi, seluruh fokus dalam prioritas satu itu bukan program produktif. “Seharusnya pemerintah lebih memprioritaskan pemasukan (produktif) bukan hanya pengeluaran. Semua yang ada di prioritas utama (satu) itukan cost center semua,” kilahnya lagi. Memang ada keterkaitan pengembangan perdesaan dengan pembangunan infrastruktur. Sayangnya, hal tersebut dinilai tidak fokus dan akan berbeda dalam kebijakan anggarannya mendatang. “Juga tidak fokus menjemput peluang yang disebabkan lonjakan harga energi dan pangan. Sekarang, karena lonjakan harga energi, pangan cenderung menjadi sumber energi alternatif, seharusnya semua ini yang diprioritaskan. Ini akan menjadi catatan saya dalam rapat lanjutan mendatang,” tandas Hadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s