Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi Sulbar

Perekonomian Sulbar Tumbuh 2,34 Persen
*Produksi Kakao dan Sawit Menurun

MAMUJU — Kinerja perekonomian Sulawesi Barat pada triwulan I 2008 memperlihatkan pertumbuhan sebesar 2,34 persen. Sedangkan laju pertumbuhan tahunan pada triwulan I tumbuh 8,42 persen atau lebih tinggi dibanding periode yang sama 2007 lalu yang hanya 6,86 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar, Nursam Salam, mengatakan, besaran PDRB triwulan I 2008 mencapai Rp1.818,15 miliar. “Sektor listrik dan air, pertanian, pertambangan dan penggalian berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi ini,” ungkapnya di Kantor BPS Sulbar, 15 Mei.

Sektor listrik, air, dan gas mengalami pertumbuhan 6,02 persen, pertanian 5,31 persen, serta pertambangan dan penggalian 3,89 persen. Sektor listrik, air dan gas serta sektor pertambangan dan penggalian juga memberikan sumbangan terbesar dalam pertumbuhan ekonomi tahunan, masing-masing sebesar 22,41 persen dan 22,06 persen.

Tetapi, tidak semua sektor perekonomian mengalami pertumbuhan yang menggembirakan. Secara keseluruhan, ada tujuh sektor yang mengalami kinerja perekonomian yang lebih buruk dibanding triwulan IV/2007. Industri pengolahan dan sektor angkutan dan komunikasi memperlihatkan penurunan yang sangat tajam. Kedua sektor ini terkontraksi atau mengalami penurunan masing-masing hingga 7,01 persen dan 1,72 persen.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia di pasar internasional yang meningkat cukup signifikan sangat berdampak pada sektor ekonomi, terutama yang menggunakan bahan bakar minyak. Kenaikan ini praktis menimbulkan pembengkakan biaya produksi.

Penurunan pertumbuhan pada industri pengolahan disebabkan menurunnya produksi Crude Palm Oil (CPO) yang merupakan penyumbang terbesar dalam pembentukan NTB. Besaran penurunan produksi CPO dari 56.362 ton pada tri wulan IV 2007 menjadi 51.050 ton pada triwulan I 2008.

Padahal, produksi sawit dan kakao merupakan penyumbang PDRB terbesar di Sulbar. Penurunan produksi disebababkan faktor musim untuk tanaman sawit dan hama penggerek buah kakao yang sangat meresahkan petani.

Pergeseran sumber pertumbuhan ekonomi Sulbar terjadi pada triwulan I ini. Sumber pertumbuhan ekonomi Sulbar periode ini hanya berasal dari sektor pertanian, yakni 2,68 persen. Pertumbuhan terbesar kedua adalah sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan dengan kontribusi 0,12 persen. Industri pengolahan  memberikan andil minus 0,56 persen.

Menurut Nursam Salam, konsumsi rumah tangga pada tri wulan I 2008 tumbuh melambat 0,5 persen dibanding triwulan I 2007. Kondisi ini dipicu kenaikan konsumsi non makanan sebesar 5,94 persen, sedangkan konsumsi makanan menurun 2,79 persen. Penurunan konsumsi makanan ini disebabkan rendahnya daya beli masyarakat.

Jika mencermati PDRB menurut penggunaan atas dasar harga berlaku, impor masih tetap tinggi, yakni Rp393,54 milyar. Tingginya pertumbuhan impor ini terjadi karena meningkatnya kebutuhan masyarakat terutama untuk konsumsi non makanan dan meningkatnya impor untuk komoditi BBM.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s