kesehatan

Korban Kemiskinan

Derita Tania, Bocah Pengidap Gizi Buruk dan TBC

Kedua Kakinya tak Mampu Lagi Menopang Tubuhnya


SEORANG bocah kecil terbaring lemah di ranjang ruang perawatan III RSUD Mamuju. Tubuhnya sangat kurus, bahkan hanya kulit yang membungkus tulang. Matanya yang cekung semakin sayu menatap orang yang menjenguknya. Bocah bernama Tania yang telah berusia enam tahun ini mengidap penyakit TBC dan gizi buruk.

Arya Fatta, di Mamuju

TUBUH bocah perempuan ini masih dapat duduk dengan sendirinya meskipun cukup lemah, ketika disuapi nasi kuning oleh ibunya. Hanya beberapa suap yang masuk ke mulutnya, dia lalu menggeleng pertanda telah menolak makanan itu.

Kamis, 17 April, kemarin, putri pasangan Nataniel dan Hayanti ini telah dirawat di rumah sakit selama empat hari. Sebuah jarum infus telah menusuk tangan kirinya yang sangat kurus agar cairan asupan gizi dapat dimasukkan. Sesekali dia melenguh ketika merasakan udara sangat panas dan minta dikipasi.

Maklum, rumahnya yang berada di Dusun Para’dan Desa Buttu Ada’ Kecamatan Bonehau Mamuju memiliki udara yang cukup dingin. Dusun kecil yang berjarak sekitar 78 kilometer dari Kota Mamuju ini berada di kawasan pegunungan yang masih banyak ditemukan hutan.

Anak kedua Nataniel-Hayanti ini sempat mengenyam bangku pendidikan kelas 1 di SD Para’dan. Namun, penyakit yang mulai menyerangnya sekitar delapan bulan yang lalu, membuat dia harus lebih banyak istirahat di rumah. Orang tuanya pun sesekali bolak balik ke Puskesmas Buttu Ada’ yang jaraknya sekitar enam kilometer dari rumahnya, ketika penyakitnya kambuh dan mulai parah.

Penyakit yang sering muncul adalah pembengkakan kelenjar di bagian lehernya. Pembengkakan terjadi disertai demam yang sangat tinggi. “Dia kadang cukup tersiksa kalau batuk dan dadanya sesak. Nafsu makannya juga terus menurun dan kadang rewel,” ungkap Hayanti sambil terus menatap putrinya.

Oleh dokter yang merawatnya, bocah kecil yang tulang dadanya sudah sangat terlihat jelas itu didiagnosis menderita penyakit TBC. Orang tuanya pun disarankan rutin memeriksakan anaknya ke Puskesmas untuk mempercepat kesembuhan. Tetapi pertimbangan jarak yang cukup jauh ditambah sarana transportasi yang sangat minim, membuat Hayanti hanya sesekali memeriksakan kesehatan anaknya.

Deritanya semakin mencapai klimaks, ketika dua bulan lalu berat badannya terus mengalami penurunan yang sangat cepat. Kedua kakinya bahkan sudah tidak mampu lagi menopang tubuh Tania karena sudah sangat kurus dan tanpa daging lagi. Kondisi fisiknya pun semakin melemah

Berbaring di tempat tidur menjadi aktivitasnya sehari-hari. Dia sudah tidak mampu lagi bermain seperti teman-teman sebanyanya yang lain. Orang tuanya yang sehari-hari bekerja sebagai petani, memutuskan membawa anaknya ke RSUD Mamuju untuk mendapat perawatan yang lebih baik, meskipun hanya berbekal Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

SURAT Keterangan Tidak Mampu atau SKTM yang dikantongi orang tua Tania untuk memperoleh pengobatan gratis di RSUD Mamuju belum sepenuhnya menyelesaikan masalah. Mereka masih harus mencari orang yang bersedia mendonorkan darah untuk buah hatinya yang menderita TBC ditambah gizi buruk.

KADAR Hemoglobin (Hb) dalam darah Tania hanya pada kisaran 4 gram/dekaliter. Padahal, menurut Direktur RSUD Mamuju, dr Irwan, kadar Hemolobin dalam darah anak seusia Tania seharusnya 11-13 gram/dekaliter. Rendahnya molekul protin dalam darahnya, sehingga bocah berusia enam tahun ini harus mendapat transfusi darah.

“Memang dokter yang merawatnya menganjurkan transfusi darah untuk pasien itu agar kondisi kesehatannya dapat berangsur membaik. Kadar Hb dalam darahnya terbilang rendah. Tetapi transfusi darah sebenarnya tidak bersifat emergensi,” tuturnya.

Putri pasangan Nataniel dan Hayanti ini memiliki golongan darah O. Di sisi lain, rumah sakit tidak memiliki persediaan golongan darah sesuai yang dibutuhkan. Salah satu alternatif, orang tua Tania harus mencari kerabat lain yang bersedia mendonorkan darahnya. Nenek bocah yang sejak dua bulan lalu sudah tidak mampu lagi berdiri sendiri, kembali ke kampungnya mencari donatur.

Hayanti mengaku sama sekali tidak menyangka penyakit Tuberkulosis atau TBC bakal menggerogoti tubuh anaknya yang baru berusia enam tahun itu. Kenyataan ini diketahuinya sekitar delapan bulan lalu, ketika dia memeriksakan kondisi kesehatan anaknya di Puskesmas Buttu Ada’. Penyakit ini telah menyerang sistem kekebalan tubuhnya, sehingga yang tersisa saat ini hanya tulang berbalut kulit.

Imunisasi yang tidak lengkap saat Tania masih balita, juga menjadi salah satu pemicu rendahnya tingkat kekebalan tubuh menghadapi serangan penyakit. “Imunisasi diberikan waktu dia berumur dua bulan. Rumah kami sangat jauh dari pelayanan kesehatan, sehingga sulit mengimunisasinya secara teratur,” ucapnya lirih.

Penyakit yang bersarang di tubuh bocah itu diakui Hayanti, menular dari suaminya, Nataniel yang juga menderita TBC. Pria yang sehari-hari bekerja di kebun itu pernah melakukan pemeriksaan dan pengobatan di Makassar, tetapi tidak tuntas. Kini, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan kerap dilakukan di Puskesmas yang ada di kampungnya.

Hayanti hanya berharap, transfusi darah dapat segera dilakukan untuk memulihkan kondisi kesehatan anaknya. Uluran tangan dan bantuan dari orang yang lebih mampu dapat menjadi setitik harapan buat keluarga ini agar dia dapat menyediakan kebutuhan gizi anaknya. Harapan terbesarnya, putri keduanya sehat dan kembali ke bangku sekolah seperti sedia kala.

Tautan

Hemoglobin

Struktur 3-dimensi hemoglobin

Struktur 3-dimensi hemoglobin

Hemoglobin adalah metaloprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel merah dalam darah mamalia dan hewan lainnya. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi.

Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebut hemoglobinopati, di antaranya yang paling sering ditemui adalah anemia sel sabit dan talasemia.

Pada pusat molekul terdapat cincin heterosiklik yang dikenal dengan porfirin yang menahan satu atom besi; atom besi ini merupakan situs/loka ikatan oksigen. Porfirin yang mengandung besi disebut heme. Nama hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin; globin sebagai istilah generik untuk protein globular. Ada beberapa protein mengandung heme, dan hemoglobin adalah yang paling dikenal dan paling banyak dipelajari.

Gugus heme

Gugus heme

Pada manusia dewasa, hemoglobin berupa tetramer (mengandung 4 subunit protein), yang terdiri dari masing-masing dua subunit alfa dan beta yang terikat secara nonkovalen. Subunit-subunitnya mirip secara struktural dan berukuran hampir sama. Tiap subunit memiliki berat molekul kurang lebih 16,000 Dalton, sehingga berat molekul total tetramernya menjadi sekitar 64,000 Dalton. Tiap subunit hemoglobin mengandung satu heme, sehingga secara keseluruhan hemoglobin memiliki kapasitas empat molekul oksigen:

Reaksi bertahap:

  • Hb + O2 <-> HbO2
  • HbO2 + O2 <-> Hb(O2)2
  • Hb(O2)2 + O2 <-> Hb(O2)3
  • Hb(O2)3 + O2 <-> Hb(O2)4

Reaksi keseluruhan:

  • Hb + 4O2 -> Hb(O2)4

Tuberkulosis

Tuberkolosis atau TBC adalah infeksi karena bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat merusak paru-paru tapi dapat juga mengenai sistem saraf sentral (meningitis, sistem lymphatic, sistem sirkulasi (miliary TB), sistem genitourinary, tulang dan sendi.

Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TBC. Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal.

Tanggal 24 Maret diperingati dunia sebagai “Hari TBC”. Pada 24 Maret 1882, Robert Koch di Berlin, Jerman, mempresentasikan hasil penyebab tuberkulosa yang ditemukannya.

//<![CDATA[
if (window.showTocToggle) { var tocShowText = “tampilkan”; var tocHideText = “sembunyikan”; showTocToggle(); }
//]]>

Tuberkulosis paru, dikonfirmasi secara bakteriologik dan histologik

  • Tuberkulosis paru, tidak dikonfirmasi secara bakteriologik dan histologik
  • Tuberkulosis pada sistem syaraf
  • Tuberkulosis pada organ lainnya
  • Tuberkulosis millier

tuberkulosis adalah suatu infeksi menular dan bisa berakibat fatal, yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, mycobacterium bovis atau mycobacterium africanum.

tuberkulosis menunjukkan penyakit yang paling sering disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, tetapi kadang disebabkan oleh m.bovis atau m.africanum.
bakteri lainnya menyebabkan penyakit yang menyerupai tuberkulosis, tetapi tidak menular dan sebagian besar memberikan respon yang buruk terhadap obat-obatan yang sangat efektif mengobati tuberkulosis.

tuberkulosis ditularkan melalui udara yang terkontaminasi oleh bakteri m. tuberculosis.
udar terkontaminasi oleh bakteri karena penderita tuberkulosis aktif melepaskan bakteri melalui batuk dan bakteri bisa bertahan dalam udara selama beberapa jam.
janin bisa tertular dari ibunya sebelum atau selama proses persalinan karena menghirup atau menelan cairan ketuban yang terkontaminasi. bayi bisa tertular karena menghirup udara yang mengandung bakteri.
di negara-negara berkembang, anak-anak terinfeksi oleh mikobakterium lainnya yang menyebabkan tuberkulosis. organisme ini disebut m. bovis, yang bisa disebarkan melalui susu yang tidak disterilkan.

sistem kekebalan seseorang yang terinfeksi oleh tuberkulosis biasanya menghancurkan bakteri atau menahannya di tempat terjadinya infeksi. kadang bakteri tidak dimusnahkan tetapi tetap berada dalam bentuk tidak aktif (dorman) di dalam makrofag (sejenis sel darah putih) selama bertahun-tahun.
sekitar 80% infeksi tuberkulosis terjadi akibat pengaktivan kembali bakteri yang dorman. bakteri yang tinggal di dalam jaringan parut akibat infeksi sebelumnya (biasanya di puncak salah satu atau kedua paru-paru) mulai berkembangbiak. pengaktivan bakteri dorman ini bisa terjadi jika sistem kekebalan penderita menurun (misalnya karena aids, pemakaian kortikosteroid atau lanjut usia).

biasanya seseorang yang terinfeksi oleh tuberkulosis memiliki peluang sebesar 5% untuk mengalami suatu infeksi aktif dalam waktu 1-2 tahun.
perkembangan tuberkulosis pada setiap orang bervariasi, tergantung kepada berbagai faktor:

  • suku : tuberkulosis berkembang lebih cepat pada orang kulit hitam dan penduduk asli amerika
  • sistem kekebalan : infeksi aktif lebih sering dan lebih cepat terjadi pada penderita aids. penderita aids memiliki peluang sebesar 50% utnuk menderita infeksi aktif dalam waktu 2 bulan. jika bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik, maka kemungkinan meninggal pada penderita aids dan tuberkulosis dalam waktu 2 bulan adalah sebesar 50%.

    tuberkulosis aktif biasanya dimulai di paru-paru (tuberkulosis pulmoner).
    tuberkulosis yang menyerang bagian tubuh lainnya (tuberkulosis ekstrapulmoner) biasanya berasal dari tuberkulosis pulmoner yang telah menyebar melalui darah. infeksi bisa tidak menyebabkan penyakit, tetapi bakteri tetap hidup dorman di dalam jaringan parut yang kecil.

    tuberkulosis milier
    tuberkulosis yang bisa berakibat fatal dapat terjadi jika sejumlah besar bakteri menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. infeksi ini disebut tuberkulosis milier, karena menyebabkan terbentuknya jutaan luka kecil seukuran jewawut (makanan burung).
    gejala tuberkulosis milier bisa sangat samar dan sulit dikenali; yaitu berupa penurunan berat badan, demam, menggigil, lemah, tidak enak badan dan gangguan pernafasan.
    jika menyerang sumsum tulang, bisa terjadi anemia berat dan kelainan darah lainnya, yang menyerupai leukemia.
    pelepasan bakteri sewaktu-waktu ke dalam aliran darah dari luka yang tersembunyi bisa menyebabkan demam yang hilang-timbul, disertai penurunan berat badan secara bertahap.

  • Informasi Penyebab,Gejala, Pengobatan, Diagnosis, Pencegahan dan lain lain hanya ada di medicastore.com

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s