Inspirasi

Kesuksesan

Dietrich Mateschitz, Menjajah Dunia dengan Minuman Energi

Terkadang, kesuksesan datang secara tidak terduga melalui sebuah peristiwa kebetulan. Hal seperti itulah yang terjadi dalam perjalanan karir Dietrich Mateschitz. Hingga menginjak usia 30 tahun, dia hanya karyawan biasa di perusahaan pemasaran. Namun, lewat sebuah lawatan bisnis ke Asia, nasib pria yang kini berusia 64 tahun itu berubah drastis. Dia membangun perusahaan minuman energi, Red Bull GmbH, yang dalam waktu singkat melaju pesat. Dia berhasil masuk jajaran orang kaya dunia dengan harta US$ 4 miliar.

MEMANG, tidak ada yang bisa menebak garis nasib dan perjalanan hidup seseorang. Siapa sangka, Dietrich Mateschitz bisa bergabung dalam barisan orang-orang terkaya di planet ini hanya dengan memanfaatkan kepintarannya dalam bidang pemasaran. Padahal, penampilannya di bangku kuliah tidak terlalu menyakinkan. Sekarang, majalah Forbes menempatkannya sebagai orang terkaya ke-260 di dunia. Dia berhasil menumpuk harta kekayaan hingga US$ 4 miliar atau sekitar Rp 36,8 triliun.

Mateschitz lahir di Styria, sebuah kota kecil di Austria pada 20 Mei 1944. Masa kecilnya cukup memprihatinkan karena keluarganya bukanlah orang berada. Selain itu, dia tidak termasuk anak yang pintar atau istimewa. Pada usia 18 tahun, dia melanjutkan ke bangku kuliah di Hochschule f?r Welthandel. Sekarang, kampus itu sudah berganti nama menjadi Vienna University of Economics and Business Administration dan menjadi universitas papan atas di bidang ekonomi.

Mateschitz butuh waktu 10 tahun untuk menggondol gelar sarjana ekonomi di bidang pemasaran. Maklum, berdasarkan komentar beberapa temannya, dia seringkali berperilaku miring dan tidak serius belajar. Mateschitz lebih senang bermain dan dan menghabiskan waktu dengan berpesta.

Namun, setelah lulus dari bangku kuliah dan menyandang gelar sarjana, tingkah laku dan pemikirannya berubah drastis. Mateschitz serius dalam mencari pekerjaan dan menekuni profesi sebagai tenaga pemasaran atawa marketing. Pertama-tama, dia bekerja di Unilever. Di sana, Mateschitz memasarkan produk pembersih. Tak sulit baginya menggaet pelanggan karena dia memang luas dalam bergaul. Selain itu, sosoknya yang tenang dan kalem mampu menyakinkan lawan bicaranya. Beberapa temannya berpendapat, Mateschitz lucu, penuh ambisi, dan punya ide-ide gila.

Dalam waktu singkat, namanya langsung berkibar sebagai tenaga pemasaran handal. Otomatis, dia menjadi incaran banyak perusahaan. Akhirnya, perusahaan pasta gigi bermerek Blendax berhasil mendapatkannya. Dengan pengalaman dan kemampuan yang ada, dia langsung dipercaya menduduki jabatan Direktur Pemasaran Internasional. Jabatan itu memungkinkan Mateschitz sering bepergian ke berbagai penjuru dunia.

Perjalanan bisnis itulah yang kelak mengantarkannya menjadi salah satu orang terkaya di planet ini. Ceritanya sangat sederhana dan penuh kebetulan. Pada tahun 1982, Mateschitz mendapat tugas berkeliling Asia. Ia menempuh perjalanan panjang dari Benua Eropa ke Bangkok, Thailand, menggunakan pesawat terbang. Setelah perjalanan itu, dia merasakan badannya kurang fit. Maklumlah, perjalanan panjang lintas benua itu sangat melelahkan sehingga menimbulkan jetlag.

Di Bangkok, Mateschitz mencoba minuman suplemen penambah stamina yang sangat disukai masayarakat di sana. Namanya, Krating Daeng. Minuman ini diproduksi oleh TC Pharmaceutical, di Thailand. Ajaib, setelah menenggak minuman itu, dia merasakan tubuhnya kembali segar dan semangatnya menyala. Hal serupa dialaminya saat melepas lelah dan berkunjung ke sebuah bar di Hotel Mandarin, Hongkong. Otak bisnis Mateschitz langsung berputar cepat. Kebetulan, sudah sejak lama, dia ingin berhenti menjadi karyawan dan membangun bisnisnya sendiri.

Selama ini, dia selalu mencari jalan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sepulang perjalanan bisnis dari Asia itu, dia mulai menyusun rencana untuk memasarkan produk minuman suplemen itu di kawasan Eropa. Sesungguhnya, ide memasarkan produk itu bukanlah suatu hal yang baru. Sebelumnya, perusahaan Smith Kline Beecham pernah memasarkan varian minuman energi itu dengan merek dagang Lucozade. Namun, hal itu tidak menyurutkan keinginan dan upaya Mateschitz untuk membangun bisnisnya sendiri dengan berjualan Krating Daeng.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s