Inspirasi

Nobody to Somebody

From nobody to somebody mengajarkan bagaimana transisi seseorang berubah to be a better life. Saya terinspirasi waktu saya baca koran Kompas minggu lalu di kolom Parodi. Saya sependapat dengan artikel yang diangkat, ketika kita menjadi NOBODY, tak ada seorangpun di luar sana yang memperhatikan kita. Terserah kita mau apain aja mereka toh juga tidak peduli. Mau telanjang? mau pornografi? mau gila? itu mereka tidak peduli, palingan hanya dilihat sekilas. Tapi waktu jadi SOMEBODY. Wah… jangan harap bisa melakukan hal yang serupa dengan orang NOBODY. Contoh konkrit (produk) yang lihat dari seorang artis. Waktu foto Evan Sanders berpelukan sama pria bule, masyarakat cepat bentuk suatu opini. Saya dapat rumors (entah bisa dipercaya atau tidak) kalau hal ini memang biasanya dilakuin sama artis yang pamornya rada redup.

Dalam kehidupan sehari-hari, saya pernah merasa jadi NOBODY dan SOMEBODY. Kalian pernah? Waktu peran saya jadi NOBODY, saya benar-benar merasa terbuang dari lingkungan, sendirian dengan segala pergumulan yang ada dan hanya berharap sama Tuhan. Tapi ketika peran saya diganti jadi SOMEBODY, saat itu juga saya menjadi terkenal dadakan. Enak? seru? Bisa ya, bisa juga tidak. Namun yang jelas suatu perubahan itu diperlukan, prinsip-prinsip lama yang dipegang juga akan hancur sama pandangan orang yang baru.

One thought on “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s