Mengubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Bakar

Bisa Digunakan Memasak Selama Sejam

KOTORAN sapi yang diubah menjadi biogas melalui sebuah reaktor menjadi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar minyak bagi keluarga M Said. Gas yang dihasilkan dapat digunakan untuk memasak selama 1-2 jam.

REAKTOR biogas yang terbuat dari drum berdiri di belakang rumah M Said, ketua Kelompok Tani Ayu Bauang di Dusun Joleng Mea, Desa Maliaya, Kecamatan Malunda, Majene. Setiap hari, dia memasukkan bahan baku biogas agar reaktor terus menghasilkan gas.

Bahan bakunya diperoleh dari kotoran sapi yang dikumpulkan sekira setengah ember berukuran sedang. Kotoran sapi itu kemudian dicampur dengan setengah ember air dan dimasukkan kedalam reaktor. 

Reaktor yang diperolehnya dari Dinas Pertanian dan Peternakan Majene terbilang cukup sederhana. Dua buah drum disambung dengan cara dilas. Pada kedua ujungnya terdapat corong yang digunakan untuk memasukkan kotoran sapi dan pengeluaran kotoran lama.

“Kalau reaktornya masih baru, drumnya diisi hingga penuh kira-kira selama lima hari. Gas mulai terbentuk 10 hari kemudian dan sudah bisa digunakan. Selanjutnya hanya memasukkan kotoran sapi setiap hari,” jelasnya saat ditemui, Minggu, 23 November.

Gas yang dihasilkan dari reaktor kemudian dialirkan ke sebuah tangki penampungan yang telah berisi air. tangki perlahan-lahan bergerak ke atas menandakan gas telah terbentuk dan siap dialirkan ke kompor yang telah dimodifikasi.

Kompor gas elpiji tidak dapat digunakan untuk menyalakan gas, karena tekanan yang dihasilkan rendah. Said menggunakan kompor yang terbuat dari spuyer lampu petromaks yang telah dimodifikasi.

Tidak seperti kompor gas elpiji yang menggunakan pemantik, kompor biogas ini tetap disulut dengan korek. Nyala api yang dihasilkan kompor biogas tetap biru. Besarnya nyala yang dihasilkan tergantung bukaan keran.

Sedikit belerang tercium saat keran dibuka. Dari petunjuk penggunaan reaktor yang dibuat Pusat Inkubator Bisnis Institut Teknologi Bandung (ITB) diperoleh informasi bahwa biogas diperoleh dari fermentasi limbah organik oleh bakteri pada kondisi anaerob.

Gas yang dihasilkan terdiri dari metan (CH4) 54-60 persen, Karbondioksida (C02) 27-40 persen, Nitrogen (N2) 0,5-3 persen, Karbon Monoksida (CO) 0,1 persen, dan Hidrogen Sulfida (H2S) 0,1 persen.

Limbah Reaktor Jadi Pupuk Organik

TAK ada yang terbuang dari kotoran sapi. Selain dijadikan bahan baku bahan bakar alternatif, limbah reaktor biogas juga dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Lumayan untuk mengurangi biaya pembelian pupuk.

KOTORAN sapi yang masih berwarna hijau keluar dari corong pembuangan reaktor biogas, saat M Said memasukkan tinja sapi yang baru dicampurnya dengan air ke dalam reaktor. Limbah reaktor itu akan dibawanya ke kebun kakao miliknya untuk dijadikan pupuk.

Setiap hari, reaktor biogas yang berada di Dusun Joleng Mea, Desa Maliaya, Kecamatan Malunda, Majene itu mengeluarkan limbah sekira satu ember. Setelah menjadi limbah, kotoran sapi itu sudah tidak menyengat. Lalat maupun serangga lainnya juga terlihat tidak mendekat.

Setelah reaktor biogas itu diterima dari Dinas Pertanian dan Peternakan Majene, penghematan telah dilakukan Ketua Kelompok Tani Ayu Bauan itu. Jika diasumsikan pengeluaran minyak tanah dalam sehari Rp5.000, maka penghematan yang dapat dilakukan mencapai Rp1,8 juta setahun.

Said juga mengaku tidak jijik menggunakan gas yang dihasilkan dari kotoran sapi itu untuk memasak. Apalagi gas yang dihasilkan hanya sedikit berbau belerang. “Gas elpiji lebih menyengat lagi,” katanya.

Panas yang dihasilkan dari 1 meter kubik gas berbahan baku kotoran sapi itu juga cukup tinggi, yakni mencapai 4.700-6.000. M Said berharap, reaktor biogas itu juga dapat dinikmati keluarga lainnya untuk mengurangi beban kebutuhan hidup keluarga.

“Alatnya (reaktor biogas,red) bisa dipesan di Dinas Pertanian dan Peternakan Majene. Harganya memang dinilai masih cukup mahal, yakni sekitar Rp2 juta. Warga masih merasa berat dengan harga seperti itu,” tuturnya.

About these ads
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: