Kafein Dalam Kopi
Kopi, Hitam dan Pahit Tapi Banyak Manfaatnya
Belakangan, minum kopi bukan semata kebutuhan, tapi juga sudah menjadi gaya hidup. Lihat saja betapa menjamurnya kedai kopi atau kafe khusus kopi dan betapa membeludak pengunjungnya.
Namun, kafein yang terkandung dalam kopi sering kali bikin orang jeri mengkonsumsinya. Maklum, senyawa kafein tergolong dalam jenis alkaloid yang bisa menimbulkan kecanduan. Menurut sebuah riset, besarnya kandungan kafein itu tergantung dari cara pengolahan kopi sebelum diminum.
Secangkir kopi biasa, yang ampasnya diendapkan, mengandung 25 miligram–30 miligram kafein. Adapun kopi instan setiap cangkirnya mengandung kafein lebih tinggi, yaitu 60 miligram-80 miligram. Kandungan kafein paling tinggi ditemukan pada kopi biasa yang tidak diendapkan, yakni 120 miligram per cangkirnya.
Tidak bermanfaat di pagi hari
Tapi, di balik kandungan kafein yang lumayan besar itu, kopi sebetulnya memiliki segudang manfaat bagi manusia.
Khasiat kopi yang sudah umum dikenal orang sejak dulu adalah mengurangi rasa kantuk dan lelah. “Kafein yang terkandung dalam kopi mampu merangsang sistem saraf pusat, sehingga kita bisa berpikir cemerlang, tidak mengantuk, dan konsentrasi kita terjaga. Ini karena saraf kita terstimulasi,” terang Saptawati Bardosono, pakar gizi dari Universitas Indonesia.
Selain itu, senyawa kafein yang tergolong alkaloid itu sebetulnya juga mampu meningkatkan kewaspadaan saraf motorik. Kafein pun menimbulkan perangsangan pada sistem pernafasan dan sistem pembuluh darah dan jantung.
Hasilnya, orang yang meminum kopi akan mampu lebih berkonsentrasi dalam melakukan pekerjaannya. Selain itu, orang akan merasa lebih segar setelah meminum kopi. Hal inilah yang membuat banyak orang mengkonsumsi kopi di pagi hari.
Namun, teori itu ditentang oleh Profesor Peter Rogers dari Universitas Bristol, Inggris. Menurut penelitian yang dilakukannya, kafein yang terkandung dalam kopi tersebut tidak akan akan memunculkan khasiat-khasiat itu bila orang yang meminumnya sudah terbiasa dengan pengaruh kafein.
Menurut Rogers, sesungguhnya kafein pada kopi hanya mampu mengeliminasi keterbatasan tubuh seseorang di malam hari, bukan pagi hari. Tapi, karena orang itu telah terbiasa mengkonsumsi kopi, sehingga dia punya ketergantungan pada kopi, akibatnya dia tidak dapat beraktivitas dengan baik sebelum minum kopi.
Tapi, menyeruput kopi hangat di pagi hari tetap baik. Sebab, dia bisa meningkatkan pembakaran lemak di dalam tubuh untuk menghasilkan energi.
Hanya saja, kafein akan bermanfaat selama konsumsinya tak berlebihan. Kalau kebanyakan, kita justru bisa sakit.
Kopi akan mengganggu kesehatan apabila kandungan kafein yang dikonsumsi per hari lebih dari 500 miligram, atau sekitar 5 gelas kopi instan. Sebuah penelitian menyebut, konsumsi kafein 600 miligram per hari, atau setara lima sampai e nam cangkir kopi, bisa menyebabkan kecanduan dan gangguan kesehatan.
Karena itu, cukup menenggak tiga sampai empat cangkir, atau setara dua gelas kopi sehari. Jangan lebih.
Mei 20, 2009 pada 2:48 am
kalo dalam sehari minum segelas kopi lalau beberapa jam kemudian minum energy drink gimana efeknya