Musik Bambu di Mamasa
Harmoni Musik Bambu di Lembah Mambulilling
ALAT musik tiup dari bambu juga dikenal oleh masyarakat Mamasa hingga ke pelosok desa. Tapi alat musik bambu dari Mamasa berbeda dengan musik bambu dari daerah lainnya. Bentuknya tidak seperti suling biasa. Tetapi suaranya tetap menimbulkan harmonisasi musik yang enak didengar.
Laporan: Harifuddin, Mamasa
SEKELOMPOK pria berpakaian adat Mamasa berwarna oranye berbaris teratur memegang alat musik tiup bambu pada karnaval budaya HUT Mamasa. Alat musik ini panjangnya antara 20-50 sentimeter. Panjang bambu menentukan irama yang dihasilkan.
Satu alat, kadang terdiri dari tiga sampai tujuh batang bambu berdiameter sekitar 10 sentimeter yang ditempel rapat. Sekitar lima sentimeter dari pangkal atas setiap batang bambu, dibuat sebuah lubang di sisinya, kemudian sebuah bambu berdiameter lebih kecil dimasukkan ke lubang yang telah dibuat.
Bambu berukuran lebih kecil inilah yang ditiup oleh pemain. Satu batang bambu memiliki nada sendiri. Nada yang dihasilkan sangat merdu. Ada yang berbunyi nyaring dan ada pula yang sedikit mengebas. Suaranya sangat indah mengiringi karnaval yang digelar di Kota Mamasa, tepat di kaki Gunung Mambulilling.
Semuel, salah seorang pemain alat musik tiup bambu, mengungkapkan, bambu yang digunakan harus benar-benar kering. “Untuk menghasilkan irama yang baik, alat musik bambu yang digunakan berbeda-beda ukuran,” katanya.
Belajar alat musik tiup dari bambu, ujarnya, paling hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hari. Memang diakuinya, awal-awal belajar, harmoni suara yang dihasilkan belum terlalu bagus. Ketelatenan dan latihan dibutuhkan untuk menghasilkan suara yang indah.
Kekompakan juga sangat dibutuhkan untuk menghasilkan alunan suara yang seimbang. Satu kelompok alat musik tiup dari bambu ini dipimpin seseorang yang bertindak sebagai konduktor. Pemimpin inilah yang menentukan alat musik yang harus ditiup untuk menghasilkan irama yang diinginkan.
Kelompok musik tiup dari bambu hampir selalu dijumpai dalam setiap even yang mewakili Kabupaten Mamasa. Irama yang dimainkan bukan hanya lagu tradisional dari Mamasa. Lagu-lagu nasional atau lagu dari daerah lain, juga dapat dinyanyikan dengan harmonisasi suara yang indah. (**)
April 29, 2008 pada 3:26 am
salam nusantara!menggila maya!
salam kenal………………
saya juga salah satu pencinta alat musik bambu dan juga musiknya..
pada perkenalan ini saya mengundang anda dan teman teman semua….
PERSEMBAHAN WORLD MUSIC
“ THE PANTHOM OF THE TRADITIONAL OPERA”
3 JULI 2008, PKL 20.00 WIB sd Selesai
GRAHA BAKTI BUDAYA, TAMAN ISMAIL MARZUKI ( TIM )
SEBUAH PAGELARAN MUSIK ANAK BANGSA YANG MENGKOLABORASIKAN INSTRUMEN TRADISIONAL
INDONESIA DAN MANCANEGARA,SEPERTI : ( Talempong, Sitar India,Erhu, Kecapi, Saluang , Ghu zheng , Bonang , Didgeridu , Seronen , Kong Ah Yan , Rebab , Juga alat alat Musik modern dan lain sebagainya )
MAHAGENTA MEMBERI WACANA BARU BAGI PENDENGAR DAN PENIKMAT SENI KHUSUSNYA MUSIK BAHWA ALAT MUSIK TRADISIONAL INDONESIA MAMPU MEMAINKAN KARYA YANG MEGAH DAN FENOMENAL ITU ( PANTHOM OF THE OPERA ) , SEPERTI APA JADINYA KOLABORASI ITU???. KAMI TUNGGU KEHADIRAN ANDA…….
SALAM BUDAYA
Menggila maya
Februari 10, 2009 pada 9:20 am
musik bambu bagus sekali harmininya, sejak SD ( SDN NO 2 MAMASA) sampai SMP ( SMP N MAMASA) SAYA adalah pemain musik mamasa ( pompang) dan beberapa kali group kami juara. saran untuk pemerintah kab. mamasa kembangkan terus musi ini sampai tingkat internasinal biar mamsa punya prsetasi tersendiri